Sabtu, 30 Mei 2015

[052] Ath Thuur Ayat 011


««•»»
Surah Ath Thuur 11

فَوَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
««•»»
fawaylun yawma-idzin lilmukadzdzibiina
««•»»
Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,
««•»»
woe to the deniers on that day
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan kepada siapa azab itu ditimpakan setelah terjadinya guncangan langit dan beterbangan gunung-gunung yaitu kepada orang-orang pendusta yang berkecimpung dalam kebatilan dan selalu menolak kebenaran yang tidak ingat akan adanya hari perhitungan dan tidak pernah takut akan adanya siksaan Tuhan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka kecelakaan yang besar) azab yang keras (di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan) rasul-rasul.
««•»»
Woe then, terrible chastisement [will come], on that day to the deniers, of the messengers,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of49
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=52&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#52:11

[052] Ath Thuur Ayat 010


««•»»
Surah Ath Thuur 10

وَتَسِيرُ الْجِبَالُ سَيْرًا
««•»»
watasiiru aljibaalu sayraan
««•»»
Dan gunung benar-benar berjalan.
««•»»
and the mountains move with an awful motion:
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menambahkan bahwa pada Hari Kiamat itu gunung-gunung berpindah dari tempatnya, berjalan seperti jalannya awan, dan terbang ke udara lalu jatuh ke bumi terpecah-pecah, kemudian hancur menjadi debu laksana bulu yang diterbangkan angin.

Berguncangnya langit dan beterbangannya gunung-gunung ialah sebagai pemberitahuan dan peringatan kepada manusia bahwa mereka tidak akan dapat kembali ke dunia, karena ia telah musnah dan telah terjadi alam baru yaitu alam akhirat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan gunung-gunung benar-benar berjalan) maksudnya, menjadi debu yang beterbangan, demikian itu adalah hari kiamat.
««•»»
and the mountains move with a great motion, becoming scattered dust, this is the Day of Resurrection.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of49
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=52&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#52:10

[052] Ath Thuur Ayat 009


««•»»
Surah Ath Thuur 8

يَومَ تَمورُ السَّماءُ مَورًا
««•»»
yawma tamuuru alssamaau mawraan
««•»»
Pada hari ketika langit benar-benar bergoncang,
««•»»
On the day when the sky whirls violently,
««•»»

Dalam ayat-ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa azab tersebut tak seorangpun yang dapat menolaknya. Dan tidak pula ada jalan untuk keluar dari azab itu yang merupakan balasan bagi orang-orang yang telah menodai dirinya dengan perbuatan syirik dan dosa, dan yang telah menodai jiwanya dengan dusta terhadap para Rasul dan hari kebangkitan.

Kemudian diterangkan dalam ayat ini bahwa azab yang tidak dapat dihindarkan itu terjadi pada suatu hari tatkala langit berguncang di tempatnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Pada hari) menjadi Ma`mul bagi lafal Waaqi`un (ketika langit benar-benar berguncang) pada waktu langit bergerak dan berputar.
««•»»
On the day (yawma is operated by la-wāqi‘un, ‘will assuredly take place’) when the heaven will heave with a great heaving, [when it will] move and spin,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of49
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=52&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#52:9

[052] Ath Thuur Ayat 008


««•»»
Surah Ath Thuur 8

ما لَهُ مِن دافِعٍ
««•»»
maa lahu min daafi'in
««•»»
Tidak seorangpun yang dapat menolaknya,
««•»»
There is none who can avert it.
««•»»

Dalam ayat-ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa azab tersebut tak seorangpun yang dapat menolaknya. Dan tidak pula ada jalan untuk keluar dari azab itu yang merupakan balasan bagi orang-orang yang telah menodai dirinya dengan perbuatan syirik dan dosa, dan yang telah menodai jiwanya dengan dusta terhadap para Rasul dan hari kebangkitan.

Kemudian diterangkan dalam ayat ini bahwa azab yang tidak dapat dihindarkan itu terjadi pada suatu hari tatkala langit berguncang di tempatnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya) yang mampu menolak azab itu.
««•»»
there is none that can avert it, from such [a deserving one].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of49
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=52&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#52:8

[052] Ath Thuur Ayat 007


««•»»
Surah Ath Thuur 7

إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ
««•»»
inna 'adzaaba rabbika lawaaqi'un
««•»»
Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi,
««•»»
indeed your Lord’s punishment will surely befall.
««•»»

Kemudian Allah SWT menyebutkan isi sumpah Nya yaitu bahwa azab-azab Hari Kiamat diperuntukkan bagi semua yang mendustakan para Rasul. Azab tersebut pasti akan terjadi.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya azab Rabbmu pasti terjadi) pasti menimpa orang yang berhak menerimanya.
««•»»
lo! your Lord’s chastisement will assuredly take place, it will assuredly come down on those who deserve it;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of49
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=52&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#52:7

[052] Ath Thuur Ayat 006


««•»»
Surah Ath Thuur 6

وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ
««•»»
waalbahri almasjuuri
««•»»
Dan laut yang di dalam tanahnya ada api,
««•»»
by the surging sea:[1]
[1] Or ‘the sea set afire.’
««•»»

Di dalam ayat ini Allah SWT bersumpah, wahai bahril masjur (laut yang di dalamnya ada api) yakni laut yang tertahan dari banjir karena kalau laut itu dilepaskan, ia akan menenggelamkan semua yang ada di atas bumi sehingga hewan dan tumbuh-tumbuhan semuanya akan habis musnah. Maka rusaklah aturan alam dan tidaklah ada hikmah alam ini dijadikan.
Sebagian ulama berpendapat dan menetapkan bahwa lapisan bumi itu seluruhnya seperti semangka, dan kulitnya seperti kulit semangka itu artinya bahwa perbandingan kulit bumi dan api yang ada di dalam kulitnya itu seperti kulit semangka dengan isinya, yang dimakan itu. Sebab itu sekarang kita berada di atas api yang besar, yakni di atas laut yang dibawahnya penuh dengan api dan laut itu tertutup dengan kulit bumi dari segala penjurunya. Dari waktu ke waktu api itu naik ke atas laut yang tampak pada waktu gempa dan pada waktu gunung berapi meletus; seperti gunung berapi Fisofius yang meletus di Italia pada tahun 1909 M yang telah menelan kota Mozaina, dan gempa ini yang telah terjadi di Jepang pada tahun 1952 M yang memusnahkan kota-kotanya sekaligus.
Menurut Jumhur bahwa yang dimaksud dalam ayat ini ialah laut bumi. Akan tetapi mereka berbeda pendapat dalam kata "masjur" di antara pendapatnya ialah berarti; dinyalakan api di Hari Kiamat seperti dalam Alquran:

وإذا البحار فجرت
Dan apabila lautan dijadikan meluap.
(QS. Al-Infithar [82]:3)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan demi laut yang penuh) penuh airnya.
««•»»
and the swarming sea: that is to say, the one that is filled:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of49
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=52&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#52:6

[052] Ath Thuur Ayat 005


««•»»
Surah Ath Thuur 5

وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِ
««•»»
waalssaqfi almarfuu'i
««•»»
Dan atap yang ditinggikan (langit),
««•»»
by the vault raised high,
««•»»

Dalam ayat ini Allah bersumpah dengan atap yang ditinggikan (langit) yaitu alam tinggi yang mempunyai beberapa matahari, beberapa bulan, bintang-bintang tetap, dan bintang-bintang beredar. Dan di sana juga terletak Arasy Nya dan kursi Nya; demikian juga malaikat-malaikat Nya (yang tidak pernah menolak perintah Allah SWT dan selalu patuh terhadap apa yang Allah SWT perintahkan kepada mereka). Di sana juga ada alam yang tak terhitung banyaknya hanyalah Allah SWT yang mengetahuinya, dan balatentara Allah SWT yang kita juga tak mengetahui hakikatnya kecuali Dia yang menciptakannya.
Dalam firman Allah SWT dijelaskan:

وما يعلم جنود ربك إلا هو
"Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu, melainkan Dia sendiri".
(Q.S. Al-Muddassir [74]:31)

Sufyan As Tsaury, Syu'bah dan Abdul Ahwaz meriwayatkan dari Simak dari Khalid bin A'rah dari Ali bahwa As Saqful Marfu' artinya "langit" Sufyan membaca firman Allah SWT sebagai berikut:

وجعلنا السماء سقفا محفوظا وهم عن آياتها معرضون
Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
(QS. Al-Anbiya' [21]:32)

Maksudnya ialah bahwa langit itu sebagai atap dan yang dimaksud dengan "terpelihara" ialah segala yang berada di langit itu dijaga .Allah SWT dengan peraturan dan hukum-hukum yang menyebabkan semuanya itu berjalan dengan teratur dan tertib.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan demi atap yang ditinggikan) yakni langit.
««•»»
and the raised roof, that is to say, the heaven,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of49
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=52&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#52:5

[052] Ath Thuur Ayat 004


««•»»
Surah Ath Thuur 4

وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ
««•»»
waalbayti alma'muuri
««•»»
Dan demi Baitul Ma'mur {1426},
{1426} Baitul Ma`mur ialah ka`bah karena ka`bah selalu mendapat kunjungan haji, `Umrah, tawaf dan lain-lain atau sebuah rumah di langit yang ketujuh yang saban hari dimasuki oleh 70.000 malaikat.
««•»»
by the House greatly frequented;[1]
[1] The Holy Kaʿbah, or its counterpart, in the fourth (or the seventh) heaven, frequented by the angels.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT bersumpah dengan hx521 Baitul Makmur h yaitu Kakbah yang dikunjungi oleh puluhan ribu manusia yang datang ke sana untuk menunaikan haji, umrah, tawaf, dan lain-lain dari seluruh pelosok dunia setiap tahun. Mereka datang ke sana dengan berjuang untuk mengambil berkah ibadat mereka memohonkan terkabulnya doa mereka dari Tuhannya. Baitulmakmur berarti juga sebuah rumah di langit yang ketujuh yang setiap harinya dimasuki oleh 70 ribu malaikat untuk tawaf atau salat. Dan mereka telah masuk ke sana tidak akan kembali untuk selamanya. Hal ini ditegaskan dalam hadis Isra yaitu:

ثبت في الصحيحين: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال في حديث الإسراء بعد مجاوزته إلى السماء السابعة ثم رفع بي إلى البيت المعمور وإذا هو يدخله كل يوم سبعون ألفا لا يعودون إليه أخر ما عليهم

"Terdapat dalam sahih Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah saw bersabda dalam Hadis Isra' sesudah dia melampaui langit ke tujuh kemudian aku diangkat ke Baitulmakmur, tiba-tiba di sana kulihat 70.000 malaikat masuk setiap hari dan mereka tidak akan kembali lagi setelah itu.
(H.R. Bukhari dan Muslim)

Maksud hadis di atas bahwa para malaikat itu beribadat dan tawaf di sana itu (Baitul Makmur) seperti halnya manusia di bumi ini tawaf di Kakbah Mekah. Begitulah keadaan para malaikat itu.

Baitulmakmur itu merupakan Kakbah pengisi langit ke tujuh. Dan di sanalah Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Ibrahim Al Khalil, sedang duduk bersandar di Baitul Makmur karena ia ingat dengan Kakbah yang didirikannya dan ingat akan balasan terhadap setiap amal perbuatannya.

Baitulmakmur di atas langit ketujuh seperti Kakbah di bumi. Dan pada setiap langit itu ada Kakbahnya yang di sana penghuninya beribadat dan salat. Dan langit yang paling dekat dengan dunia dinamakan Baitul lzzah.

Kemudian berkata Qatadah, Rabi bin Anas dan As Suddi, bahwa Rasulullah saw pada suatu hari berkata kepada para sahabat:
هل تدرون البيت المعمور, قالوا: الله ورسوله أعلم, قال: فإنه مسجد في السماء بحيال الكعبة لو خر لخر عليها يصلي فيه كل يوم سبعون ألف ملك إذا خرجوا منه لم يعودوا أخر ما عليهم
"Tahukan kamu apakah Baitulmakmur itu? Mereka menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Rasulullah berkata "Baitulmakmur ialah sebuah mesjid di langit yang setentang dengan Kakbah dan apabila (seseorang dari sana) jatuh, maka akan jatuh di atas Kakbah, di sana salat 70.000 malaikat setiap hari; apabila mereka keluar dari sana, tidak akan kembali lagi".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan demi Baitulmakmur) yang berada di langit ketiga, atau keenam atau yang ketujuh, letaknya persis berada di atas Kakbah; setiap hari diziarahi oleh tujuh puluh ribu malaikat yang melakukan tawaf dan salat di situ dan mereka tidak kembali lagi kepadanya untuk selama-lamanya.
««•»»
By the [greatly] frequented House — which is [located] in the third, or the sixth or the seventh heaven, directly above the Ka‘ba; it is visited every day by seventy thousand angels, circumambulating it and performing prayers [around it], and never returning to it;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of49
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=52&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#52:4

[052] Ath Thuur Ayat 003


««•»»
Surah Ath Thuur 3

فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ
««•»»
fii raqqin mansyuurin
««•»»
Pada lembaran yang terbuka,
««•»»
on an unrolled parchment;
««•»»

Selanjutnya Allah SWT menerangkan dalam ayat ini bahwa kitab-kitab itu mudah bagi setiap orang mempelajari isinya. Kitab-kitab itu berisi hikmah-hikmah, hukum, kebudayaan dan budi pekerti (akhlak) karena itu ditulis pada lembaran-lembaran terbuka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Pada lembaran yang terbuka) yakni kitab Taurat atau kitab Alquran.
««•»»
on an unrolled parchment, that is, the Torah or the Qur’ān.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of49
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=52&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#52:3

Jumat, 29 Mei 2015

[052] Ath Thuur Ayat 002


««•»»
Surah Ath Thuur 2

وَكِتابٍ مَسطورٍ
««•»»
wakitaabin masthuurin
««•»»
an Kitab yang ditulis,
««•»»
by the Book inscribed
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan demi Kitab yang ditulis).
««•»»
and an inscribed Book,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of49
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=52&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#52:2

[052] Ath Thuur Ayat 001



««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah Ath Thuur 1

وَالطُّورِ
««•»»
waalththhuuri
««•»»
Demi bukit
{1425},
{1425} Yang dimaksud bukit di sini ialah bukit Thur.
««•»»
By the Mount [Sinai],
««•»»

Ayat ini mengutarakan bahwa Allah SWT bersumpah dengan gunung At Tur yang tinggi kedudukannya karena di atas At Tur itu Allah SWT telah berbicara dengan Nabi Musa as dan menurunkan kitab Taurat kepadanya dengan tulisan yang indah dan rapi yang berisikan hukum-hukum, hikmah, dan budi pekerti dan mudah dibaca manusia.

At Tur berarti bukit yaitu Bukit Tursina yakni sebuah bukit di Madyan tempat Nabi Musa as mendengarkan kalam Allah. At Tur dalam bahasa Suryani berarti juga bukit yang banyak pohon-pohonnya, tempat di mana Tuhan berbicara langsung dengan Nabi Musa as dan di tempat itu pula diangkat Nabi Musa menjadi Rasul. Dinamakan At Tur karena banyak pohon-pohonnya, bila tidak ada pohon-pohonnya, maka tidaklah dinamakan At Tur, akan tetapi Jabal (gunung).

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Demi Thuur) Thuur nama sebuah bukit tempat Allah berfirman secara langsung kepada Nabi Musa.
««•»»
By the Mount, that is, the [name of the] mountain on which God spoke to Moses,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of49
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=52&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#52:1

[052] Ath Thuur 2of2

2of2
49 Verses • revealed at Meccan.
««•»»
»The surah that opens with the oath of the Divine One swearing by The Mount of Sinai, where the Torah was revealed to Moses. It takes its name from “the mount” (ṭūr) mentioned in verse 1. The surah which addresses many of the arguments put to the Prophet by the disbelievers of Mecca (verse 29 ff.). The bliss that will be enjoyed by the believers is contrasted to the torments of Hell, and the Prophet is urged to bide his time, to continue to deliver his message, and to wait with confidence for God’s judgement. God swears by, among other things, Mount Sinai, that the Day of Judgement is inevitable.«
The surah is also known as: Mount Tur, The Mountain
««•»»
•[AYAT 001]•[AYAT 002]•[AYAT 003]•[AYAT 004]•[AYAT 005]•[AYAT 006]•[AYAT 007]•[AYAT 008]•[AYAT 009]•[AYAT 010]•[AYAT 011]•[AYAT 012]•[AYAT 013]•[AYAT 014]•[AYAT 015]•[AYAT 016]•[AYAT 017]•[AYAT 018]•[AYAT 019]•[AYAT 020]•[AYAT 021]•[AYAT 022]•[AYAT 023]•[AYAT 024]•[AYAT 025]•[AYAT 026]•[AYAT 027]•[AYAT 028]•[AYAT 029]•[AYAT 030]•[AYAT 031]•[AYAT 032]•[AYAT 033]•[AYAT 034]•[AYAT 035]•[AYAT 036]•[AYAT 037]•[AYAT 038]•[AYAT 039]•[AYAT 040]•[AYAT 041]•[AYAT 042]•[AYAT 043]•[AYAT 044]•[AYAT 045]•[AYAT 046]•[AYAT 047]•[AYAT 048]•[AYAT 049]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Sumber: Al-Quran (القرآن) — Online Quran Project — Translation and Tafsir
http://al-quran.info/#52


[052] Ath Thuur 1of2

1of2
49 Ayat • diturunkan di Makkah.
««•»»
Surah Ath Thuur (bahasa Arab:الطور) adalah surah ke-52 dalam Al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 49 ayat. Dinamakan Ath Thuur yang berarti Bukit diambil dari kata Ath Thuur yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Yang dimaksud dengan bukit di sini ialah bukit Sinai yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa menerima wahyu dari Allah.
««•»»

Pokok-Pokok Isi
  • Keimanan
  • Keadaan orang-orang kafir di dalam neraka dan keadaan orang-orang beriman di dalam surga
  • Bukti kekuasaan dan keesaan Allah
  • Setiap orang bertanggung jawab terhadap perbuatannya masing-masing, sekalipun demikian bapak dan anak akan dikumpulkan Allah dalam surga apabila kedua-duanya sama-sama beriman.
  • Hukum-hukum
  • Kewajiban untuk tetap berda'wah dan anjuran melakukan zikir dan tasbih pada waktu siang dan malam.
  • Lain-lain
  • Orang-orang zalim pasti mendapat siksaan Allah di dunia dan di akhirat
  • Allah tetap akan menjaga dan melindungi Nabi Muhammad s.a.w.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
 [KEMBALI][AYAT-AYAT]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_At-Tur
Mukaddimah terjemahan Al Qur'an versi Departemen Agama RI